Selasa, 22 Agustus 2023

Senja itu...

Hembusan angin yang selalu menerpa wajah lembutmu; kubiarkan itu merayumu. Lewat angan, ku salurkan tiap larik kagum yang tak terbendung dalam ulu-ku. Aku dapat rasakan tiap senyum bahagia itu tertabur karna ku. Bentuk dari sebuah upaya yang selalu ku-anut untuk menghias hariku. 
Mata ini, kucoba sejenak untuk terpejam. Ku lakukan untuk setidaknya mendengan alunan merdu dari suaramu. Tawa, celoteh serta gurau mu melengkapi indahnya petang dipadang rumput ini. Yang selalu ku nikmati setiap sore dalam benak rapuh ini.
Aku sempat mempertanyakan, bagaimana keindahan ini selalu kunikmati bahkan setiap ku bernafas, setiap jantungku berdetak. Apakah aku menolong banyak makhluk dimasa lalu? hingga saat ini aku diberi bahagia semeluap ini. Aku harus bersyukur kan? tentu saja!

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hanya Semalam....

Dalam sebuah hikayat, Rintihan pilu menjelma bak nyanyian merdu. Ia tambahkan bumbu manis pada luka pahit, menjadikannya legit.  Moral, ia r...